PRESTASI

Kompetisi Kincir Angin Indonesia atau KKAI 2014
Tim Wind Power POLIJE SEMRIWING1
KKAI merupakan sebuah even nasional yang diselenggarakan atas kerjasama Dirjen Dikti Kemendikbud dan perguruan tinggi. Diselenggarakan mulai tahun 2011 sampai 2014. Tujuannya untuk mendorong kreativitas mahasiswa sekaligus mengimplementasikannya dalam penerapan teknologi di bidang energi baru terbarukan (EBT). Peserta diwajibkan membangun sebuah sistem pembangkit listrik tenaga angin.
KKAI 2014 dihelat oleh Universitas Sanata Dharma (USD) dan dilaksanakan di Pantai Baru Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 15-19 September 2014. Diikuti 30 team dari 47 perguruan tinggi se-Indonesia. Keikutsertaan Politeknik Negeri Jember yang dalam ajang ini, diwakili oleh Tim Wind Power POLIJE SEMRIWING1.
Awalnya tim kincir angin dibentuk secara spontan ketika mengadakan acara tasyakuran pasca acara seminar lokal energi untuk keikutsertaan dalam KKAI 2012. Dalam kurun waktu yang sangat sempit, tim kincir angin berhasil menyelesaikan proposal dan menetapkan namanya menjadi Tim Wind Power POLIJE SEMRIWING1 dengan dosen pembinanya yaitu Bapak Junaidi, S.E. Tetapi dengan kurun waktu yang sangat sedikit menuju pelaksanaan lomba, tim mendapatkan kendala yaitu tidak mendapat restu dan keraguan dari kampus sehingga tim pun menunda keikutsertaannya.
Setelah 2014 ternyata Politeknik Negeri Jember diundang untuk ikut serta dalam sosialisasi KKAI 2014, kemudian tim mengirimkan 2 perwakilannya dan segera menyelesaikan proposal yang baru. Dalam proposal yang baru terjadi perubahan terhadap dosen pembimbing yaitu Ir. Michael Joko Wibowo Michael Joko Wibowo, M.T. dan tim lebih mematangkan konsep serta detail desain. Tahap pertama pun lolos.
Setelah hampir satu bulan lebih (memasuki Bulan Ramadhan) tim mulai membangun kincir angin dan mengumpulkan materi progres report untuk lolos ke tahap kedua. Dari 76 tim yang lolos tahap pertama, hanya ada 30 tim yang lolos tahap kedua, termasuk tim kincir angin Polije.
Pengujian kincir angin dilakukan di sekitar kampus dan pengujian terakhir sebelum keberangkatan dilakukan di Pantai Watu Ulo, Jember. Beberapa komponen ada yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan penanganan singkat, tim berangkat menuju Yogyakarta.
Pada tanggal 16 September, tim melakukan technical meeting dan menyelesaikan pendirian kincir angin. Esok harinya pada tanggal 17 September, pertandingan pun dimulai. Ternyata kincir angin ketika diberi beban hanya dapat menghasilkan daya yang sangat kecil, serta sensor kecepatan angin tidak berfungsi yang menjadikan posisi sudu tidak sesuai.
Dibalik itu semua kincir angin SEMRIWING1 sangatlah unik dibanding dengan kincir angin lainnya, yang paling menonjol yaitu tidak menggunakan ekor dan fungsinya digantikan oleh sensor kecepatan angin (dari sistem mikrokontroler). Selain itu tiang kincir angin dapat diturunkan, sehingga lebih praktis.
Hasil KKAI 2014


Tim Wind Power POLIJE SEMRIWING1
SEMRIWING1 di Pantai Bantul Baru
SEMRIWING1 pada malam hari

Indonesia Energy Marathon Challenge atau IEMC 2014

Mobil KOMETRIC sebelah kiri, pada IEMC 2014
IEMC merupakan sebuah even nasional yang diselenggarakan atas kerjasama Kemenristek Dikti dan perguruan tinggi. Tujuannya untuk memberikan wadah bagi mahasiswa teknik seluruh Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah serta meningkatkan kreatifitas, disiplin, serta kemampuan soft skill dan hard skill. Kategori perlombaan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu prototype (kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika untuk keperluan perlombaan) dan urban (kendaraan roda empat yang tampilannya mirip mobil pada umumnya dan sesuai untuk berkendara di jalanan). Tiap kategori dibagi menjadi 4 kelas bahan bakar, yaitu bensin, diesel, listrik, dan ethanol.
IEMC 2014 (perhelatan ketiga) mengusung tema Innovate and inspire. Dihelat oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan dilaksanakan di Sirkuit Kenjeran Park, Surabaya, pada tanggal 16-19 Oktober 2014. Diikuti 68 team dari 48 perguruan tinggi se-Indonesia. Keikutsertaan Politeknik Negeri Jember yang pertama kali dalam ajang ini, diwakili oleh Tim KOMET ELECTRIC POLIJE (KOMETRIC). Tim KOMETRIC terdiri dari 10 anggota, yaitu: Dr. Bayu Rudiyanto, S.T., M.Si. (dosen pembimbing), Mochammad Syafiudin (manager team), Shofiuddin (pengemudi 1), Cholis Indra M. (pengemudi 2), Akhmad Firdaus V. (mekanik), Agus Susanto (electrical), Yoecca Nasocha D. R. (bodi konstruksi), Rico Rofian (chassis), Silfia Juliana I. K. (tim support 1), dan Danial Ahmad Fauzi (tim support 2).
Tim KOMET ELECTRIC POLIJE membangun mobil KOMETRIC dengan konsep mobil yang ringan dan hemat energi. Mobil KOMETRIC ini merupakan karya Mahasiswa Teknik Energi Terbarukan dan masuk dalam kategori prototype dengan kelas bahan bakar listrik. Hasil akhir perlombaan mobil KOMETRIC dalam IEMC 2014 yaitu 124,1805 km/kWh.
Mobil KOMETRIC
Sisi KOMETRIC

Kontes Mobil Hemat Energi atau KMHE 2015
KMHE dulu populer dengan nama IEMC. KMHE 2015 mengusung tema Ignite to as sceud. Dihelat oleh Universitas Brawijaya (UB) dan dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada tanggal 21-25 Oktober 2015. Diikuti 62 team dari perguruan tinggi se-Indonesia. Keikutsertaan Politeknik Negeri Jember yang kedua kali dalam ajang ini, diwakili oleh Tim KOMET MOBELA POLIJE. MOBELA yang merupakan karya Mahasiswa Teknik Energi Terbarukan dan masuk dalam kategori prototype dengan kelas bahan bakar etanol. Dosen pembimbing dari MOBELA adalah Yuli Hananto, S.Pd., M.Si.. 

Instagram

Quotes